Logo PNRI
KONDISI MEMPRIHATINKAN AKIBAT MINIMNYA PENGETAHUAN DALAM PENANGANAN NASKAH KUNO DI DAERAH
Ditulis Oleh: Indah Purwani

Selasa, 20 April 2021 - Naskah kuno atau Manuskrip kuno adalah merupakan aset yang tak terhingga nilainya bagi peninggalan budaya . Kegiatan Literasi baca tulis dimulai sejak adanya peninggalan dari raja , tokoh agama atau orang yang berpengaruh di daearah tertentu. Sebagai salah satu contoh  koleksi - koleksi naskah kuno yang dimiliki oleh Yayasan Kebudayaan Indra Sakti disimpan dalam satu  ruang tersendiri yang didalamnya terdapat beberapa deret alamari kaca untuk menyimpan buku-buku  dan naskah kuno . Disitu banyak ditemui kondisi kertas yang sudah asam, rapuh bahkan mengalami korosi tinta dan kondisi banyak yang tidak terjilid , sehingga halaman banyak yang lepas.

Kondisi naskah yang diperlihatkan pada Tim rata-rata sudah rapuh , robek dan jilidan lepas atau rusak bahkan tidak ada sampul lagi , karena belum pernah dilakukan tindakan apapun dalam perawatannya. Alasan dari pihak pengelola karena tidak ada SDM yang khusus dan mampu merawat koleksi naskah kuno yang dimiliki.

Ruang penyimpanan koleksi berada dalam satu ruangan tersendiri ukuran ± 50 Meter persegi dengan bangunan yang los tanpa sekat ruangan dan pintu kaca yang lebar.

Denah diatas menunjukkan bahwa terdapat ruang akses yang cukup luas dan penerangan cahaya yang lebih dari cukup bahkan bisa dikatakan sangat lebih.

Kondisi lingkungan dan ruangan yang dipakai cukup bersih tetapi pencahayaan sangat terang dan beresiko koleksi terpapar cahaya matahari cukup banyak dan berlangsung lama, tentu saja hal ini akan berpengaruh kurang baik terhadap kondisi kertas naskah kuno tersebut . Standar  pencahayaan minimum berdasarkan SNI  adalah 300 lux sehingga dengan menggunakan Nanometer didapatkan pencahayaan ruang baca yang sangat tinggi, sementara untuk suhu dan temperatur cukup memenuhi standar tetapi kelembaban agak melampaui batas standar ideal 45%-60% HR .

Data lingkungan di Yayasan Kebudayaan Indra Sakti dapat digambarkan sebagai berikut:

 

No

Kondisi

Ruangan koleksi

Standar

Satuan

1.

Suhu

28,5

20-24

0C

2.

Kelembaban

90

45-60

%

3.

Intensitas cahaya

510

< 300

Lux

 

 

 

Untuk perawatan sehari-hari , pihak yayasan sebenarnya sudah berkolaborasi dengan pihak perpustakaan Provinsi , tetapi ada keluhan justru banyak sebagian naskah yang dikonservasi malah semakin rusak. Hal ini bisa terjadi karena ada kesalahan teknik dalam penanganan konservasi dan penjilidan ulangnya, karena SDM yang ada di daerah tersebut sangat minim dari segi kuantitas dan kualitas. Jadi dalam pelestarian koleksi tersebut tidak ada sama sekali tindakan perawatan dengan memberikan bahan atau material yang bisa mencegah dan menghilangkan faktor-faktor perusak koleksi seperti serangga, ngengat, kutu buku  dsb. seperti kamper, sislicagell, rempah-rempah dan perbaikan juga  yang seharusnya dilakukan secara rutin. Diperlukan tenaga khusus yang mampu menangani koleksi - koleksi naskah seperti melapisi dengan tissue jepang guna memperkuat kondisi kertas tersebut agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah, bahkan akan menghancurkan koleksi naskah itu sendiri. Disisi lain  saat naskah -naskah tersebut sering dipinjam dan di gunakan oleh masyarakat sebagai bahan penelitian. Gambaran Koleksi yang ada di Yayasan bisa dilihat digambar dibawah ini

Lain lagi dengan oleksi yang dimiliki oleh Bapak Fahrul yang tersimpan dalam rak dan kotak tas yang disimpan didalam rumah. Dari pengamatan Tim Verifikasi ruangan kurang cukup kondusif dengan kondisi naskah yang  ada.  Permasalahan yang dipunyai adalah tidak adanya pengetahuan tentang perawatan dan penanganan koleksi naskah yang dipunyai , sehingga hanya dibungkus dengan menggunakan kertas transparan dan dimasukkan dalam koper kecil yang ditenteng kemana-mana apabila ada orang yang ingin melihat koleksi naskah tersebut. Tentu saja hal tersebut akan lebih memperburuk kondisi naskah yang sebagian besar sudah rapuh  dan rusak, terutama kondisi jilidan yang sudah lepas dan halaman terlepas dari susunan jilidannya.  Hal tersebut tentunya kurang mendukung dari segi pengamanan dan konservasinya.

Hal yang sama juga terjadi di Masjid di Pulau Penyengat -Tanjung Pinang.  ada beberapa eks naskah kuno dan mushaf Al-Qur'an dalam ukuran besar. Sayangnya Naskah kuno tersebut kondisinya dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk  melakukan perawatan dan perbaikan koleksi yang ada dengan alasan tidak adanya tenaga atau SDM yang mampu menangani treatment konservasi, dibutuhkan perhatian Pemerintah setempat din alam hal pelestarian naskah-nakah kuno atau manuskrip kalau tidak ingin diambil alih oleh pihak asing yang berminat untuk mengkonservasi dan mengalihmedia aset budaya bangsa Indonesia yang sangat beragam dan menarik untuk dipelajari dan diteliti baik secara isi maupun asal-muasalnya. 

Galeri

1

1

2

2

3

3

4

4

5

5

6

6

7

7