http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/-/s777/ https://tppkk.bengkaliskab.go.id/cgi-bin/s777/ https://tracerstudy.disdik.kalteng.go.id/demo/ https://bpprd.musirawaskab.go.id/demo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/dana/index.html bokep gacor https://mesin.untag-sby.ac.id/mesin/XD/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/sdemo/ https://simdatin.bangda.kemendagri.go.id/uploads/-/ https://jdih-dprd.ponorogo.go.id/assets/Mvp/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/backend/assets/ https://jdih.sorongkota.go.id/demo/ https://sierpekade.tangerangselatankota.go.id/demo/

https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sgacor/ https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sdemo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/slotpulsa/index.html https://pmb.stiatabalong.ac.id/assets/thai/ https://pmb.ubd.ac.id/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/demo/ https://hey.fkm.unair.ac.id/assets/front/ https://wisuda.unkris.ac.id/web/sthai/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/demo-slot/

Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional RI
Logo PNRI
JENIS KAMERA untuk ALIH MEDIA BP
Ditulis Oleh: Abdul Wakhid

Senin, 9 Agustus 2021  


JENIS KAMERA untuk ALIHMEDIA Bahan Perpustakaan

Abdul Wakhid Pustakawan Ahli Madya

 

PENDAHULUAN

Secara definisi kamera merupakan seperangkat alat atau perlengkapan yang berfungsi untuk mengabadikan suatu objek menjadi sebuah gambar (diam maupun bergerak) yang merupakan hasil proyeksi pada sistem lensa. Kamera juga memiliki sejarah dan perjalanannya tersendiri seperti manusia yang juga memiliki sejarah dan perjalannya tersendiri.  Kamera pada awalnya disebut sebagai camera obscura yang dalam bahasa latin berarti ruang gelap. Camera Obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas atau film. Film ini kemudian diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Jaman dulu kamera memiliki bentuk yang besar dan kaku alias kotak. Saat ini kamera telah berevolusi menjadi semakin canggih, simpel, portable dan praktis serta stylish. Era digital jenis kamera tentu tidak hanya satu, tetapi sangat beragam. Pihak pengembang kamera seperti Sony, Nikon, Canon, Panasonic, Lumix dan sejenisnya telah mengembangkan kamera yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Dunia fotografi, mengenal berbagai jenis kamera yang digunakan untuk menangkap dan mengabadikan setiap momen dalam hidup kita. Kegiatan memotret kini tak lagi milik kalangan profesional. Orang awam sekalipun dapat menjadi fotografer. Tidak terkecuali dalam dunia perpustakaan kehadiran kamera sangat dibutuhn. Fungsi kamera dalam dunia perpustakaan adalah untuk mengalihmediakan koleksi tercetak, tertuli dan atau koleksi benda menjadi koleksi elektronik atau koleksi digital. Beragamnya jenis kamera semakin memudahkan untuk mendapatkan jenis dan spesifikasi yang dibutuhkan. Secara umum semua jenis kamera bisa digunakan untuk proses alih media koleksi bahan perpustakaan namun demikian ada beberapa jenis kamera yang sering digunakan dalam dunia digitalisasi koleksi bahan perpustakaan. Tulisan ini akan mengupas beberapa jenis kamera dalam dunia alih media koleksi BP.

 

JENIS KAMERA

DSLR (Digital Single-Lens Reflex): Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat diartikan bahwa ini adalah jenis kamera lensa tunggal yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder (jendela bidik) adalah lubang kecil dibelakang kamera tempat mengintip objek foto. DSLR adalah kamera digital yang menggunakan sistem cermin otomatis dan pentaprisma atau pentamirror untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju ke viewfinder. Kamera ini memiliki tampilan yang besar dan tebal. Body yang besar ini membuat kamera lebih kokoh saat dipegang. Selain itu apabila dipasang dengan lensa berukuran besar, bodi yang besar membuat keseimbangan yang baik dengan berat dan ukuran lensa. Kamera ini memiliki kategori sendiri, mulai dari entry level, semipro, sampai pro. Semakin tinggi levelnya, maka akan semakin canggih pula fitur yang dimilikinya. Jika dibandingkan dengan kameran digital yang lainnya, kamera DSLR memiliki varian lensa yang paling banyak, mulai dari yang bersudut lebar seperti lensa fisheye, hingga lensa zoom yang dapat mencapai lebih dari 500 mm. Kamera jenis ini tidak hanya untuk mengambil foto saja, tapi sudah dapat dijadikan kamera video dengan kualitas gambar High Definition. Ciri-Cirinya: Menggunakan lensa kit 18-55 mm

Lensa yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan; Aksesoris kamera lebih banyak. Kelebihannya: Lebih fleksibel dalam penggunaan; Kualitas gambar lebih memuaskan; Fitur fotografi lebih memadai; Mudah untuk di upgrade; Kinerja sangat mumpuni untuk fotografi. Kekurangannya: Harga relatif lebih mahal

Ukuran lebih besar dari kamera lainnya; Tidak cocok untuk para pemula.

 

 

SLR (Single-Lens Reflex): Adalah jenis kamera menggunakan jajaran lensa tunggal untuk melewatkan cahaya ke viewfinder dan focal plane, sehingga pengguna bisa melihat objek sama persis seperti aslinya. SLR termasuk kamera paling populer di kalangan profesional, karena pemakai bisa bebas mengatur setingan kamera dengan leluasa. Kamera SLR mampu menghasilkan gambar yang sangat tajam dan presisi, serta bisa mengganti lensa sesuai kebutuhan. SLR masih memakai roll film, tak seperti DSLR yang menggunakan memory card dengan kapasitas penyimpanan besar, sehingga pemakainya harus cermat dan berhati-hati saat mengambil foto. Kelemahan jenis ini diantaranya foto yang sudah diambil tidak bisa dihapus juga tidak bisa mengeditnya dengan Photoshop. Jenis ini cocok untuk profesional yang sudah berpengalaman.

 

Mirrorless: Adalah kamera yang tidak memiliki cermin dari jendela bidik optic (viewfinder) seperti kamera DSLR, namun kualitas gambar yang dihasilkan setara karena image sensor yang digunakan sama besar. Adalah kamera yang tidak memiliki cermin atau pentraprisma. Jadi cahaya akan melewati lensa dan langsung ke sensor yang kemudian menampilkan pratinjau gambar di layar LCD atau pada electronic viewfinder (EVF). Kamera mirrorless memiliki body yang lebih kecil dari kamera DSLR. Bentuk body yang compact memberikan keuntungan bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas dengan ukuran kamera yang lebih ringan. Tombol pengaturan pada kamera mirrorless juga lebih sederhana dibandingkan dengan kamera DSLR.  Ciri-Cirinya: Ukurannya relatif kecil; Beratnya ringan

Lensa yang dapat diganti-ganti; Hasil bidikan yang dihasilkan tidak jauh beda dengan DSLR. Kelebihannya: Fokus sangat cepat; Lensa bisa diganti-ganti; Kamera lebih cepat mengambil gambar dibanding DSLR; Kualitas gambar yang dihasilkan tidak jauh beda dengan DSLR. Kekurangannya: Gambar dalam jendela bidik dibalik secara horizontal (dari kiri ke kanan) yang mengakibatkan pembingkaian foto yang sulit, terutama bagi pengguna yang belum berpengalaman atau dengan objek yang bergerak.

 

Point and Shoot: Adalah kamera jenis point and shoot otomatis yang menyesuaikan kecepatan rana, aperture, fokus, dan ISO. Kamera ini biasanya memiliki flash internal dan juga sistem yang memungkinkan fotografer memilih sistem pencahayaan yang sesuai dengan kondisi yang berbeda. Perangkat jenis ini sangat cocok untuk pemula dalam bidang fotografi, karena kamera ini serba otomatis. Jenis ini tidak memiliki tombol yang banyak, seperti kamera DSLR atau sejenis kamera lain. Kamera ini biasanya menggunakan fitur touchscreen yang sehingga kamera mudah untuk digunakan.

 

Bridge: Kamera ini disebut bridge karena menjembatani pengguna kamera pocket untuk mendapatkan fitur dan kualitas yang lebih baik mendekati kamera DSLR. Kamera bridge dilengkapi dengan pengaturan layaknya DSLR dan juga dapat digunakan secara otomatis layaknya kamera pocket pada umumnya.

 

Kamera Film atau Analog: Kamera jenis ini kembali digemari karena hasil foto yang unik dan memberikan kesan vintage. Kamera ini menggunakan roll film untuk memotret gambar, dengan kamera film 135 (35mm, full frame) merupakan yang paling umum digunakan dan memiliki ukuran body yang lebih kecil dibanding kamera film lainnya. Kamera film 135 memiliki beberapa jenis, seperti rangefinder, kamera compact, dan SLR.

 

Medium Format: Merupakan kamera yang biasanya menggunakan roll film. Besarnya format film pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya, format film pada kamera medium format dimulai dari format film 4,5X6, 6X6, 6X7, 6X8, 6X9, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6X17. Kelebihan dari kamera medium format ini adalah pada kualitas hasil foto yang bisa dicetak dengan ukuran besar, sehingga kebanyakan kamera ini dipakai untuk tujuan komersial atau reproduksi seperti foto untuk pemasangan iklan di poster, baliho, billboard, dan lainnya. Keunggulan dari kamera medium format adalah ketajaman dalam menangkap detail objek yang dibidik. Kamera medium format biasanya digunakan untuk kepentingan komersial dari sebuah produk. Karena, kamera ini mampu menghasilkan gambar yang sangat detail.

 

RUJUKAN

Dradjat, Ray Bakhtiar; Hastoro, Indriyadi. (2001). Memotret dengan kamera lubang jarum (pinhole camera) / Ray Bachtiar Dradjat ; penyunting, Indriyadi Hastoro. Jakarta :: Puspa Swara,.

Wahyu Dharsito. (). Dasar Fotografi Digital I: Pengenalan Kamera Digital. : Elex Media Komputindo.

Wahyu Dharsito. (2014). Dasar fotografi digital I : pengenalan kamera digital / Wahyu Dharsito. Jakarta :: Elex Media Komputindo,.

https://www.ginibro.com/tekno/jenis-jenis-kamera-dan-penjelasannya-yang-perlu-kamu-tahu/

https://jsp.co.id/7-jenis-kamera-fungsi-ciri-ciri-kekurangan-dan-kelebihannya/