http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/-/s777/ https://tppkk.bengkaliskab.go.id/cgi-bin/s777/ https://tracerstudy.disdik.kalteng.go.id/demo/ https://bpprd.musirawaskab.go.id/demo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/dana/index.html bokep gacor https://mesin.untag-sby.ac.id/mesin/XD/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/sdemo/ https://simdatin.bangda.kemendagri.go.id/uploads/-/ https://jdih-dprd.ponorogo.go.id/assets/Mvp/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/backend/assets/ https://jdih.sorongkota.go.id/demo/ https://sierpekade.tangerangselatankota.go.id/demo/

https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sgacor/ https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sdemo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/slotpulsa/index.html https://pmb.stiatabalong.ac.id/assets/thai/ https://pmb.ubd.ac.id/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/demo/ https://hey.fkm.unair.ac.id/assets/front/ https://wisuda.unkris.ac.id/web/sthai/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/demo-slot/

Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional RI
Logo PNRI
ARAH KEBIJAKAN PRESERVASI
Ditulis Oleh: Abdul Wakhid

Meskipun dari segi regulasi sudah cukup kuat, akan tetapi berdasarkan analisis  kondisi lapangan dari hasil supervisi ditemukan masih banyak perpustakaan yang belum mengetahui, memahami, dan menerapkan fungsi pelestarian sesuai dengan ketetapan tersebut. Hal ini menjadi kendala dan berdampak pada lemahnya fungsi pelestarian dalam penyelamatan pustaka  warisan  budaya bangsa, dan berakibat pada  kerusakan bahan perpustakaan (BP), dan berdampak pada kerugian materiil dan intelektual bangsa Indonesia.

 

Berdasarkan hasil laporan kegiatan pelestarian naskah di daerah dari pemetaan kondisi fisik, banyak  koleksi naskah tulisan tangan yang tersebar di nusantara, baik milik lembaga pemerintah, swasta, yayasan, dan milik masyarakat, 50% diantaranya dalam kondisi sangat memprihatinkan kerusakannya baik fisik maupun pada ruang penyimpanannya (Perpustakaan Nasional 2013: 8).  Selain itu 40% dari semua jenis perpustakaan di Indonesia  (perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, khusus, dan sekolah tidak menjadikan pelestarian bahan pustaka sebagai prioritas. Akibatnya tidak ada upaya baik kegiatan maupun anggaran untuk pelestarian koleksi perpustakaan, akhirnya pustaka penting warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur hasil karya  bangsa Indonesia di masa lampau, rusak dan punah tidak terselamatkan.

 

Menyikapi kondisi tersebut maka Perpustakaan Nasional RI, melakukan analisis kebutuhan perpustakaan dalam pelaksanaan pelestarian. Hasil analisis menyimpulkan bahwa satu permasalahan tidak berfungsinya pelestarian di berbagai jenis perpustakaan, karena belum adanya kebijakan pelestarian yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pelestarian BP dan naskah nusantara di semua jenis perpustakaan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Perpustakaan Nasional menetapkan arah kebijakan sebagai berikut :

 

Memperkuat tujuan pembangunan nasional bidang perpustakaan dalam penyelamatan khasanah hasil karya intelektual budaya bangsa berupa BP dan naskah kuno nusantara. Sebagai aset bangsa, kekayaan khasanah hasil karya intelektual bangsa Indonesia harus dilestarikan dan diselamatkan dari kerusakan karena merupakan perekat kesatuan dan persatuan bangsa, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penguatan fungsi pembinaan pelestarian BP dan naskah kuno  baik tingkat pusat maupun daerah.  

Mendorong agar semua ketetapan tentang pelestarian yang diamanatkan dalam peraturan perundangan ditindaklanjuti oleh semua perpustakaan dan masyarakat.  

Mengoptimalkan kewenangan dan kewajiban Perpustakaan Nasional terkait dengan pelestarian sebagai tindak lanjut  pelaksanaan  Undang-Undang No 43 Tahun 2007, dan menjamin terselamatkannya koleksi Indonesiana.

Penguatan kerjasama antar lembaga dalam rangka pelestarian koleksi Perpustakaan Nasional, tetapi juga koleksi perpustakaan lain, lembaga adat, museum, maupun milik masyarakat.

Mewujudkan  Perpustakaan Nasional sebagai pusat rujukan dan penelitian pelestarian BP dan naskah kuno nusantara melalui penguatan teknik  preservasi dalam rangka penyelamatan karya tulis, karya cetak dan karya rekam serta naskah kuno baik pelestarian fisik dan  informasi.

Mengimplementasikan kebijakan pelestarian dengan mengacu pada skala prioritas dengan mempertimbangkan nilai, kegunaan dan resiko kerusakan.

Mengembangkan program preservasi juga perlu terus dikaji ulang melalui evaluasi aktivitas preservasi yang sudah dilaksanakan, serta menetapkan arah dan prioritas program terkait dengan pelestarian guna  mendukung upaya Pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengomtimalkan sumber daya perpustakaan melalui peningkatan kulaitas SDM dan sarana dan prasarana baik di tingkat pusat maupun daerah.