http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/-/s777/ https://tppkk.bengkaliskab.go.id/cgi-bin/s777/ https://tracerstudy.disdik.kalteng.go.id/demo/ https://bpprd.musirawaskab.go.id/demo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/dana/index.html bokep gacor https://mesin.untag-sby.ac.id/mesin/XD/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/sdemo/ https://simdatin.bangda.kemendagri.go.id/uploads/-/ https://jdih-dprd.ponorogo.go.id/assets/Mvp/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/backend/assets/ https://jdih.sorongkota.go.id/demo/ https://sierpekade.tangerangselatankota.go.id/demo/

https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sgacor/ https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sdemo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/slotpulsa/index.html https://pmb.stiatabalong.ac.id/assets/thai/ https://pmb.ubd.ac.id/demo/ https://agroindustri.untag-sby.ac.id/demo/ https://hey.fkm.unair.ac.id/assets/front/ https://wisuda.unkris.ac.id/web/sthai/ https://wisuda.unkris.ac.id/pages/demo-slot/

Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional RI
Logo PNRI
POIN KEBIJAKAN KONSERVASI & PENANGANAN BENCANA
Ditulis Oleh: Abdul Wakhid

POIN POIN KEBIJAKAN PRESERVASI

 

KONSERVASI

Perpustakaan dan lembaga/masyarakat pemilik naskah kuno nusantara wajib melestarikan dan menyelamatkan koleksi yang dimiliki dari kerusakan.

 

Perpustakaan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan konservasi BP dan naskah kuno nusantara sesuai dengan kebutuhan.

 

SDM perlu dibekali dengan pendidikan baik scr formal dan non formal.

 

Konservasi BP dan naskah kuno berdasarkan standar yang baku dengan menggunakan bahan konservasi yang sesuai standar dengan memperhatikan etika konservasi serta sarana dan peralatan yang memadahi.

 

Melakukan identifikasi, analisa dan pendokumentasian sebelum dan sesudah dilakukan konservasi. Survey kondisi dilakukan pada: (1) Bahan perpustakaan (inventarisasi kerusakan berdasarkan tingkat keasaman, kerapuhan serta kerusakan lainnya), (2) Ruanganan penyimpanan dan fasilitas perpustakaan lainnya.

 

Perawatan dan pemeliharaan (tindakan preventif) meliputi pengaturan kondisi lingkungan, peletakan bahan pengusir serangga (kamper) dan silica gell, melakukan pembersihan BP secara berkala termasuk diantaranya melaksanakan fumigasi (dilakukan pada BP yang baru maupun yang terinfeksi serangga).

 

Perbaikan (tindakan kuratif) dan penjilidan pada BP dan naskah kuno nusantara: Menggunakan bahan yang bebas asam; Tidak merubah bentuk aslinya (mempertahankan model jahitan dan cover asli); Bahan yang digunakan bersifat reversible; Menggunakan metode konservasi dan penjilidan yang benar; Dikerjakan oleh staf yang berpengalaman/ dengan bantuan/bimbingan konservator.

 

BP yang murah (dari segi harga) dan mudah didapatkan tidak perlu dikonservasi, tetapi diganti dengan pengadaan yang baru.

BP dan naskah kuno  dalam kondisi rusak, menjadi prioritas utama untuk dikonservasi.

BP dan naskah kuno dalam kondisi hancur dan tidak mungkin lagi untuk dilakukan perbaikan, dibungkus dan disimpan di dalam kotak bebas asam.

 

BP dan naskah kuno yang rusak parah (masih bisa dilakukan perbaikan), maka dillakukan konservasi terlebih dahulu baru di alih mediakan.

 

Pelaksanaan konservasi BP dan naskah kuno nusantara di daerah berkoordinasi dengan Badan perpustakaan dan arsip di daerah masing-masing.

 

PENANGGULANGAN BENCANA

Penanggulangan bencana di perpustakaan merupakan kegiatan yang bersifat preventif, penyelamatan, dan rehabilitative yang harus diselengggarakan secara koordinatif, komprehensif, serentak, cepat, tepat, dan akurat dengan melibatkan lintas Publik dan lintas wilayah, sehingga memerlukan koordinasi berbagai instansi terkait dengan penekanan pada kepedulian  Publik dan mobilisasi masyarakat.

 

Peran perpustakaan sangat diperlukan dalam penyusunan kebijakan sistem, pengaturan, organisasi, rencana dan program yang berkaitan dengan penanggulangan bencana melalui keterlibatan semua sektor dan peran serta masyarakat.

 

Perpustakaan perlu membentuk  Tim Penanggulangan Bencana yang melibatkan antar unit kerja.

 

Prioritas penanggulangan bencana pada penyelamatan koleksi perpustakaan.

Perencanaan penanggulangan bencana perlu diprogramkan untuk penanggulangan bencana di perpustakaan sendiri, perpustakaan lain, dan masyarakat.

 

Penyelamatan kerusakan sarana fisik perpustakaan (bangunan dan perabotan), serta SDM dilakukan melalui kerja sama dengan instansi lain.

 

Pelaksanaan penanggulangan bencana dilakukan dengan prinsip: terencana, terkoordinasi; terpadu, cepat, tepat sasaran, dan prioritas.

 

Pelaksanaan penanggulangan pra dan pasca bencana di perpustakaan dikoordinasikan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana tingkat daerah dan tingkat pusat, Arsip Nasional, Dinas Pemadam Kebakarana, Lembaga Psikologi, dan Kementerian Sosial.

 

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM di bidang manajemen bencana secara berjenjang.

 

Regionalisasi penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan bencana.

 

Pemantapan jaringan lintas program dan lintas sektoral dalam penanggulangan bencana di perpustakaan.

 

Optimalisasi Tim Penanggulangan Bencana.

 

Perbaikan sarana pelestarian dan pengecekan secara berkala sarana dan ruang penyimpanan BP dan naskah kuno nusantara.

 

Optimalisasi sosialisasi tentang kesiapan menghadapi bencana di semua perpustakaan, lembaga adat, museum, dan milik perorangan.

 

Membentuk Tim Resque untuk penyelamatan BP dan naskah kuno nusantara milik perpustakaan dan masyarakat akibat bencana.

 

Peningkatan intensitas kerja sama dengan lembaga pemerintah, swasta,  dan masyarakat daam penanggulangan bencana.

 

Penyusunan pedoman Teknis Perencanaan Kesiapan Menghadapi Bencana.